Sunday, December 2, 2012

Metode Pengumpulan Data


Kali ini saya akan membahas tentang “ metode pengumpulan data “ . sebelum kita membahas lebih jauh tentang judul diatas maka mari kita kaji apa itu data dan variabel. Data adalah catatan atas kumpulan fakta Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Sedangkan Variabel adalah suatu besaran yang dapat diubah atau berubah sehingga mempengaruhi peristiwa atau hasil penelitian. Dengan menggunakan variabel, kita akan mmeperoleh lebih mudah memahami permasalahan. Hal ini dikarenakan kita seolah-olah seudah mendapatkan jawabannya. Biasanya bentuk soal yang menggunakan teknik ini adalah soal counting (menghitung) atau menentuakan suatu bilangan. Dalam penelitian sains, variable adalah bagian penting yang tidak bisa dihilangkan. 

Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting dami keberhasilan penilitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya dan apa alat yang digunakan. Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh dari sumber mana langsung ( primer ) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung ( data sekunder ).
Metode pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjukan suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunanya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dokumentasi dan sebagainya. Sedangkan instrumen pengumpulan data merupakan alat yang dugunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa cetak list, kuesioner, pedoman wawancara, camera foto dan lainya
Ada tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi, dan wawancara.

A.   Angket / kuesioner 
adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.

1.    Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :

·       Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukanuntuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.

·       Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuhistilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
o   Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan. Contoh : Terbuka : Berapa Kali Anda Ke Kampus ? ..................... Tertutup : berapa kali anda ke kemapus ? (a). 1 – 2 (b). 3 – 5 dst

·       Pertanyaan tidak mendua artinya pertanyaan tidak mengandungdua arti yang akan menyulitkan responden.Contohnya : bagaimana pendapat anda tentang kondisi kelasdan kemampuan guru menjelaskan pelajaran di kelas ? Jika pertanyan mendua seperti ini sebaiknya dipecah menjadidua pertanyaan.

·        Tidak menanyakan yang sudah lupa atau tidak menggunakan pertanyaan yang menyebabkan responden berpikir keras Contohnya :Pertanyaan keadaan perusahaan 10 tahun lalu ?. Umumnya pertanyaan seperti ini akan menyebabkan responden berpikir keras untuk mengingat-ingat kondisi yang terjadi di masa lalu.

·       Pertayaan tidak menggiring responden. Contohnya : apakah anda setuju jika kesejahteraan karyawan di tingkatkan ?.. jawabanya

·       Pertanyaan tidak menggiring responden. Contohnya :Apakah anda setuju jika kesejahteraan karyawanditingkatkan ?..jawabannya pasti .....Ya IyaalaaahAtau pertanyan seperti ”Perlukah diambil tindakan tegas padaaparat hukum yang melakukan korupsi ??”....he.he.he...

·       Pertanyaan tidak boleh tertalu panjang atau terlalu banyak. Kalo terlalu panjang atau tertalu banyak akan menyebabkanresponden merasa jenuh untuk mengisinya.

·       Urutan pertanyaan dimulai dari yang umum sampai ke spesifik,atau dari yang mudah menuju ke yang sulit, atau di acak.

2.    Prinsip Pengukuran memuat seperangkat ujicoba instrumen.
Artinya,sebelum menyebarkan angket, perlu dilakukan beberapa percobaan sehingga selain diketahui validitas dan reliabilitasnya, juga akan diperoleh estimasi waktu pengerjaan, tingkat kesulitan dan berbagaihal lainnya.

3.    Penampilan Fisik merupakan salah satu daya tarik dan keseriusan responden dalam mengisi angket. Namun tentu saja, angket yangbagus, terkesan resmi tentunya memerlukan biaya yang lebih besar dibanding angket yang di cetak di atas kertas seadanya.

B.   Observasi

Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidakhanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun jugadapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi,kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajariperilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan padaresponden yang tidak terlalu besar.

1.Participant Observation
 
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatamsehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenaibagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.

2.Non participant Observation

Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsungdalam kegiatan atau proses yang sedang diamati. Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang penelitiyang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagaiperistiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperolehdata yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dariluar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa. Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembarcek list, buku catatan, kamera photo, dll.

C.   Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukanmelalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul datamaupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data. Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagaistudi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif) Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.

1.    Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pastiapa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.

2.    Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu penelititidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yangakan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.

Sumber :

No comments:

Post a Comment