Monday, February 14, 2011

“Persoalannya tak hanya Gayus. Gayus hanya snowball
untuk membuka banyak hal mengenai mafia pajak…”
-Pramono Anung-
Gayus lagi, Gayus lagi. Gayus melulu! Baca koran, topiknya Gayus. Lihat program berita di TV, bahasannya Gayus…bahkan sudah ganti channel pun, masih tetap tentang Gayus. Luar biasa memang makhluk yang satu itu. Lulusan STAN ternyata bisa jadi selebriti. Ckckck…
Ada apa di balik Gayus?
Konon, Gayus dianggap sebagai whistle blower yang dapat membongkar gunungan kasus seputar kejahatan di bidang perpajakan. Dari mulut Gayus, muncul nama-nama perusahaan besar yang menjadi jawaban darimana angka fantastis di rekeningnya berasal. Kasus Gayus menyeret banyak nama, melibatkan banyak pihak, mengungkit bermilyar-milyar dana.
Perkara Gayus pun menimbulkan efek yang luas di masyarakat. Gayus bukan hanya menjadi trending topic pembicaraan dalam pergaulan sehari-hari. Siapapun punya pendapat tersendiri mengenai kasus Gayus. Facebookers beramai-ramai mencoba aplikasi permainan ‘menampar Gayus’. Para kawula muda kreatif merekayasa foto-foto Gayus dalam beragam pose. Bahkan, Gayus dijadikan inspirasi dalam menciptakan sebuah lagu. Apa yang terjadi kini menggambarkan efek dari pemberitaan di media..
Maka, ada apa di balik Gayus? Ada media yang membesarkan namanya, yang menggembar-gemborkan kasusnya.
Kasus Gayus dikategorikan sebagai extra ordinary case, yang membuatnya mendapat sorotan lebih dibanding kasus-kasus lain yang ada. Namun, apabila kasus Gayus hanya dipandang dari sisi praktek korupsi yang dilakukannya, dan lebih khusus lagi: permasalahan mafia pajak, nyatnya kasus mafia pajak bukanlah kasus yang benar-benar baru mengemuka pasca Gayus.
Majalah Tempo pernah mengungkap laporan investigasi kasus dugaan penggelapan pajak Asian Agri yang disebut-sebut sebagai ‘terbesar’ dalam sejarah Republik Indonesia karena melibatkan 1,3 triliun.
Data-data yang diungkapkan Tempo berasal dari narasumber yang bernama Vincentius Amin Sutanto, mantan financial controller Asian Agri yang dipecat dan dinyatakan buron karena menggelapkan dana perusahaan sebesar 28 miliar rupiah.Sang buron kabur ke Singapura dan berusaha memohon damai kepada petinggi-petinggi di Asian Agri. Jalan ancaman akhirnya ditempuh olehnya. Vincent hendak membeberkan skandal keuangan perusahaan di bidang perpajakan, yang tentu jauh lebih besar dibanding skandal keuangan yang dilakukannya. Vincent menghubungi segenap media cetak, namun hanya Tempo yang menggubrisnya. Akhirnya, pengungkapan kasus penggelapan pajak di perusahaan produsen CPO tersebut beredar di majalah Tempo edisi Januari hingga Agustus 2007.
Meski merupakan kasus besar, tak banyak media yang ikut mengangkatnya. Bahkan terdapat media yang sama sekali tidak mengungkit kasus tersebut. Kalaupun terdapat pemberitaan, yang diangkat hanyalah efek-efek samping peliputan Tempo atas kasus tersebut: tindakan wartawan Tempo yang dianggap membantu buronan; hasil sadapan sms wartawan Tempo agar membantu Vincent membiayai pembicara; Pengaduan Asian Agri kepada Dewan Pers mengenai pemberitaan di Tempo; Pengajuan gugatan perdata Asian Agri, dll. Tidak pernah ada pembahasan yang betul-betul mengungkapkan kasus penggelapan pajak di tubuh Asian Agri dan menelusuri oknum-oknum yang terlibat di dalamnya. Maklum, kasus Asian Agri tersebut terkait Sukanto Tanoto, orang terkaya sejagad Indonesia versi majalah Forbes tahun 2006. Asian Agri adalah salah satu perusahaan miliknya, disamping perusahaan lain dalam Grup Raja Garuda Mas.
Efek-efek samping dari kasus penggelapan pajak itulah yang kini juga ramai diberitakan. Bagaimanapun, ‘Gayus’ bukanlah inti dari sebuah kasus besar dari korupsi di bidang perpajakan Republik Indonesia. Media begitu fokus meliput kemiripan fotonya dengan sosok penonton pertandingan tenis di Bali; plesirannya ke Singapura, Thailand, Hongkong dan Makau; kepemilikan pasport atas nama ‘Sony Laksono’, dan pasport berkewarganegaraan Guyana yang diduga milik Gayus dan istri. Semua pemberitaan yang mendominasi, hampir tidak pernah menyentuh permasalahan sesungguhnya. Bisa dibilang, belum ada wartawan yang mencoba praktek jurnalisme investigasi untuk mengungkap kasus pengemplangan pajak di PT. Surya Alam Tunggal, atau 151 perusahaan lain yang ditangani Gayus.
Kedahsyatan efek media belum sepenuhnya dapat memudahkan pemberantasan kasus korupsi. Pemberitaan kasus korupsi baru mampu menjadi euforia belaka bagi para penikmat media. Menciptakan efek kesenangan sesaat dalam mengkonsumsi pemberitaan kasus korupsi, namun tak coba mengingatkan mengenai substansi. Topik yang terkait kasus korupsi diumbar sampai publik kenyang menyaksikannya. Ditengah kejengahan atas apa yang diberitakan media, khalayak dibuat bingung mengenai apa yang sesungguhnya terjadi, dan pelajaran apa yang seharusnya dapat dipetik. Fungsi media dalam pemberantasan korupsi belum teraplikasikan secara efektif.
Seyogyanya media dapat membantu terciptanya ‘efek jera’ bagi para koruptor dan tumbuhnya moral anti korupsi bagi masyarakat. Namun, alih-alih memperlancar proses pemberantasan korupsi di negeri ini, secara tidak langsung media malah menciptakan masyarakat yang bercita-cita menjadi Gayus. Dengarlah para penikmat media yang ramai-ramai bernyanyi setelah menyimak pemberitaan mengenai lagu ciptaan Bona Paputungan: “Andai ku Gayus Tambunan…yang bisa pergi ke Bali…Semua keinginannya pasti bisa terpenuhi…”

sumber : http://ulya.blogsidak.com/2011/01/31/sekadar-efek-samping/

Tugas Softskill I (Sejarah Perekonomian Indonesia Periode Tahun 1955-1965)

Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi (Mazhab Sosialisme). Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia, antara lain :
a)Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan.
b)Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%.
c)Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1.  Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah, dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat. Sekali lagi, ini juga salahsatu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik, eonomi, maupun bidang-bidang lain.

Sumber : onlinebuku.com/2009/03/06/sejarah-perekonomian-indonesia/

Sunday, January 9, 2011

Tugas dasar pemasaran ( rangkuman hasil penelitian )


Nama           : Alfa wardianto
Kelas            : 1EB13
NPM            : 20210524
Dasar Pemasaran

Rangkuman Hasil Penelitian

1.    Judul      :
mengukur jumlah paparan TVC yang efektif biaya untuk menimbulkan dampak attention , interest, desire dan action pada konsumen di kota jambi.

2.    Peneliti   :
Andang Fazri
Magister Manajemen, Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Jambi,
Kampus Unja Pinang Masak Mendalo, Km.15. Jambi-Ma. Jambi.

3.    Penerbit jurnal          :

4.    No. penerbitan                    :
 ISSN 2085-0972

5.    Latar belakang  masalah    :
Sebuah penelitian mengenai kecenderungan faktor demografis dalam membentuk kebiasaan media konsumen di Kota Jambi, yang dilakukan oleh Erida dkk pada tahun 2008 mengungkapkan bahwa masyarakat Kota Jambi dari berbagai aspek demografis yang berbeda menggunakan televisi sebagai media informasi utama. Dan kemudian penelitian tersebut menyimpulkan bahwa masyarakat Kota Jambi paling sesuai jika dijangkau melalui media televisi.
Hasil penelitian tersebut sangat masuk akal, dan bahkan untuk skala nasional masyarakat Indonesia pun sangat dimungkinkan untuk dijangkau melalui media televisi. Data yang disajikan MetroTV pada Metro10 edisi 25 Januari 2009 menempatkan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat terbesar kelima yang paling banyak menghabiskan waktunya untuk menonton televisi.

6.    Masalah                               :
Bagaimana pengaruh TVC terhadap dampak attention, interest, desire, dan action pada konsumen di kota jambi

7.    Tujuan                                 :
·       Mengetahui recall pemirsa terhadap TVC yang berhubungan dengan berbagai kategori produk  yang mereka anggap penting untuk dibeli.
·       Mengetahui jumlah paparan yang efektif biaya untuk mendapatkan perhatian (Attention) audiens terhadap merek yang diiklankan.
·       Mengetahui jumlah paparan yang efektif biaya untuk menimbulkan ketertarikan (Interest) audiens terhadap merek yang diiklankan.
·       Mengetahui jumlah paparan yang efektif biaya untuk menimbulkan minat/membangkitkan keinginan untuk membeli (Desire) audiens terhadap merek yang diiklankan.
·       Mengetahui jumlah paparan yang efektif biaya untuk mendorong tindakan membeli (Action) dari audiens terhadap merek yang diiklankan, sekaligus mengetahui berapa besar peran TVC dalam memicu pengambilan keputusan pembelian tersebut.

8.    Metode penelitian               :
·       Desain Riset
Penelitian ini adalah tipe riset eksploratif. Karakteristik desain riset ini adalah informasi yang diperlukan sangat longgar, fleksibel dan tidak terstruktur, sampel tidak perlu banyak, analisis data primer lebih bersifat kualitatif.
·       Jenis dan Teknik Pengambilan Data
Data pada penelitian ini terdiri dari:
1.    Data primer. Data primer diperoleh dengan dua cara:
Tahap pertama dengan melakukan Focused Group Interview (FGI). FGI ditujukan untuk mendapatkan data mengenai kategori produk yang dianggap penting serta untuk mendapatkan tingkat recall terhadap TVC yang berhubungan dengan setiap kategori produk tersebut.
2.    Data sekunder. Data sekunder didapat dari literature yang berkaitan dengan topic penelitian.
·       Metode Pengambilan Sampel
Jumlah sample 30
mengikuti karakteristik penelitian eksploratif dengan sample yang tidak besar. Suharyadi (2007)
menyatakan bahwa sample besar adalah yang melebihi 30.
·       Metode Analisis
Dari data primer dan sekunder yang didapat dalam penelitian ini, dilakukan analisis secara kualitatif terhadap model AIDA, sedangkan model pengambilan keputusan lima tahap akan dijadikan model pendamping untuk menggambarkan tahapan AIDA ke dalam proses pengambilan keputusan, karena model ini peneliti anggap relevan dengan model AIDA. Penulis menampilkan permasalahan yang dihadapi dan memberikan saran sebagai solusi permasalahan tersebut. Data diolah dan disajikan dalam bentuk Tabel, analisis diberikan dalam bentuk narasi yang menyertai Tabel.

9.    Hasil                                     :
·       Sebagian besar audiens memiliki recall terhadap TVC produk yang sesuai dengan segmennya. Namun
yang perlu diingat bahwa recall akan tercipta jika TVC memenuhi syarat kreatifitas dan emosi yang
sesuai dengan audiens sasaran.
·       TVC cocok digunakan sebagai media untuk menarik perhatian (Attention) audiens untuk consumer goods. Dimana untuk mendapatkan perhatian audiens terhadap pesan yang dikomunikasikan di TVC hanya dibutuhkan 3 paparan saja.
·       TVC cocok digunakan sebagai media untuk mencapai tujuan Interest untuk consumer goods. Dimana untuk menimbulkan Awareness audiens terhadap pesan yang dikomunikasikan di TVC hanya dibutuhkan 3 paparan saja.
·       TVC cocok digunakan sebagai media untuk mencapai tujuan Desire untuk convenience goods. Dimana untuk menimbulkan Awareness audiens terhadap pesan yang dikomunikasikan di TVC hanya dibutuhkan 4 paparan saja. Sedangkan untuk shopping dan luxury goods belum dapat diukur.
·       TVC cocok digunakan sebagai media untuk mencapai tujuan Action untuk convenience goods.Dimana untuk menimbulkan Awareness audiens terhadap pesan yang dikomunikasikan di TVC hanya dibutuhkan 4 paparan saja. Sedangkan untuk shopping dan luxury goods belum dapat diukur.


Wednesday, January 5, 2011

Gua terbesar di dunia

Peneliti menemukan gua yang diklaim sebagai gua terbesar di dunia, di Vietnam bagian tengah, dekat perbatasan dengan Laos. Gua Son Doong (artinya: gua sungai gunung) yang terletak di Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang adalah gua yang panjangnya 3,8 km, dengan lebar sekitar 90 m, dan pada beberapa bagiannya, memiliki tinggi hingga 180 meter.
Seperti dilansir National Geographic edisi Januari 2011, sebenarnya gua itu sudah diketahui sejak lama oleh penduduk Vietnam. Namun, gua ini belum pernah dieksplorasi secara serius. Nah, pada musim semi lalu sekelompok penelusur gua profesional asal Inggris berhasil 'membedah' gua itu hingga tuntas.
Ternyata gua ini mampu mengalahkan gua yang selama ini dianggap terbesar di dunia, yakni gua Deer Cave, di Taman Nasional Gunung Mulu, Kalimantan, yang memiliki panjang sekitar 2 km, lebar 150 m, dan tinggi sekitar 120 m.
Gua ini sendiri tersembunyi di hutan belantara yang begitu tebal sehingga sangat sulit ditemukan. "Butuh tiga ekspedisi untuk menemukan gua Hang Son Doong," ujar Howard Limbert, pemimpin ekspedisi ke gua terbesar di dunia itu. 
Untuk menemukannya, Limbert harus dibantu oleh penduduk lokal bernama Ho Khanh, yang menemukan gua itu saat ia muda karena dikejar-kejar oleh pasukan musuh saat perang Vietnam.
Di dalam gua Son Doong, ternyata terdapat begitu banyak hal yang luar biasa. Pada satu bagian gua itu memiliki ruangan yang begitu besar, sehingga mampu memuat stadion Football Superdome di New Orleans, Lousiana AS. 
Son Doong, gua terbesar di dunia
Di rongga yang mahaluas itu, bahkan terdapat semacam hamparan hutan yang ditumbuhi berbagai pohon setinggi sekitar 30 m. Pada bagian lainnya, gua itu malah mampu memuat gedung bertingkat 40 lantai, karena memiliki tinggi lebih dari 240 m. 
Di bagian langit-langitnya bahkan terdapat semacam gumpalan awan. Sementara dari bagian bawahnya terdapat batu-batuan kalsit yang menjulang ke atas hingga sekitar 60 m. Ia juga memiliki lorong-lorong yang pada saat tertentu terendam oleh air, sehingga hanya bisa dilalui pada musim panas.
“Sebenarnya, kami tidak berusaha mencari gua terbesar di dunia,” ujar Deb, istri Howard, yang pertama kali menyambangi gua itu dengan suaminya pada 1970. Deb berharap penemuan ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat desa di sekitar gua itu. (kd)

Referansi : http://teknologi.vivanews.com/news/read/197700-gua-terbesar-di-dunia-ditemukan-di-vietnam

Thursday, December 23, 2010

tugas dasar pemasaran (strategi, taktik dan value )




Strategy (How To Win The Market)
Segmentation

Segmentasi pasar/target pasar:
·          Demografi: pria dan wanita,diatas umur 5 tahun, semua kalangan dan pendidikan
·          Geografi:perkotaan
·          Psikografi: gaya hidup yang modern dan instan

Positioning
Produk minuman ini dipasarkan tidak hanyadi pasarkan  di perkotaan tapi juga sampai ke daerah-daerah .

Taktik (How To Penetrate The market)
Differentiation
-Konten           : yang ditawarkan adalah produk minuman instan .
-Konteks         : Cara menawarkan minuman coca-cola ini dengan cara memasang iklan di berbagai stasiun TV dan radio.
Marketing Mix
-Product      : minuman instan
-Price          : Rp.5.ooo
-Place          : minuman ini dijual di berbagai toko swalayan maupun di warung-warung kecil
-Promotion  : dengan cara memasang iklan di berbagai acara televisi dan radio- radio
-Distribution: pendistribusian minuman ini yaitu dengan cara menyalurkan ke agen-agen besar yang pada akhirnya disebarkar ken warung-warung kecil.

Value (How To Create Emotional touch) 
Brand
Coca-cola
·         Process
proses pembuatan minuman ini adalah tututan perkenbangan zaman yang serba instan maka munculnya produk minuman ini.


tugas dasar pemasaran (segmentasi pasar )

















Segmentasi pasar :

•Demografi :

   1. Jenis kelamin : pria dan wanita

   2. Usia : diatas 5 tahun

   3. Pendidikan : semua kalangan


•Geografi :

   1. Daerah : perkotaan.


•Psikografi :

   1. Gaya hidup / sifat : modern dan instan.

Sunday, December 5, 2010

penjelasan tentang kesusastraan

Sastra dan Kesusastraan
Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya.
Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya.
Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya.
Dalam konteks kesenian, kesusastraan adalah salah satu bentuk atau cabang kesenian yang menggunakan media bahasa sebagai alat pengungkapan gagasan dan perasaan senimannya. Sehingga sastra juga disamakan dengan cabang seni lain seperti seni tari, seni lukis, seni musik, dan sebagainya.
Pengertian Sastra dari Segi Ilmu Sastra
Ada tiga hal yang berkaitan dengan pengertian sastra, yaitu ilmu sastra, teori sastra, dan karya sastra.
a. Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra.
Ilmu sastra sebagai salah satu aspek kegiatan sastra meliputi hal-hal berikut.
• Teori sastra, yaitu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang asas-asas, hukum-hukum, prinsip dasar sastra, seperti struktur, sifat-sifat, jenis-jenis, serta sistem sastra.
• Sejarah sastra, yaitu ilmu yang mempelajari sastra sejak timbulnya hingga perkembangan yang terbaru.
• Kritik sastra, yaitu ilmu yang mempelajari karya sastra dengan memberikan pertimbangan dan penilaian terhadap karya sastra. Kritik sastra dikenal juga dengan nama telaah sastra.
• Filologi, yaitu cabang ilmu sastra yang meneliti segi kebudayaan untuk mengenal tata nilai, sikap hidup, dan semacamnya dari masyarakat yang memiliki karya sastra.
Keempat cabang ilmu tersebut tentunya mempunyai keterkaitan satu sama lain dalam rangka memahami sastra secara keseluruhan.
b. Teori sastra adalah asas-asas dan prinsip-prinsip dasar mengenai sastra dan kesusastraan.
c. Seni sastra adalah proses kreatif menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik, seperti puisi, cerpen/novel, atau drama.
Manfaat Sastra
Karya sastra pada dasarnya adalah sebagai alat komunikasi antara sastrawan dan masyarakat pembacanya. Karya sastra selalu berisi pemikiran, gagasan, kisahan, dan amanat yang dikomunikasikan kepada pembaca. Untuk menangkap ini, pembaca harus mampu mengapresiasikannya.
Pengetahuan tentang pengertian sastra belum lengkap bila belum tahu manfaatnya. Horatius mengatakan bahwa manfaat sastra itu berguna dan menyenangkan. Secara lebih jelas dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Karya sastra dapat membawa pembaca terhibur melalui berbagai kisahan yang disajikan pengarang mengenai kehidupan yang ditampilkan. Pembaca akan memperoleh pengalaman batin dari berbagai tafsiran terhadap kisah yang disajikan.
2. Karya sastra dapat memperkaya jiwa/emosi pembacanya melalui pengalaman hidup para tokoh dalam karya.
3. Karya sastra dapat memperkaya pengetahuan intelektual pembaca dari gagasan, pemikiran, cita-cita, serta kehidupan masyarakat yang digambarkan dalam karya.
4. Karya sastra mengandung unsur pendidikan. Di dalam karya sastra terdapat nilai-nilai tradisi budaya bangsa dari generasi ke generasi. Karya sastra dapat digunakan untuk menjadi sarana penyampaian ajaran-ajaran yang bermanfaat bagi pembacanya.
5. Karya sastra dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau penelitian tentang keadaan sosial budaya masyarakat yang digambarkan dalam karya sastra tersebut dalam waktu tertentu.
Masih banyak manfaat sastra yang bagi satu pembaca berbeda dengan pembaca lainnya. Sehingga beberapa pembaca yang menikmati buku yang sama bisa jadi memperoleh pengalaman puitik yang berbeda.
Begitulah di antaranya dasar-dasar pengertian sastra yang bisa dipelajari. Semoga pengetahuan ini bisa membantu Anda dalam pemahaman dan pengapresiasian sastra secara lebih menyeluruh.
Sastra dan Kesusastraan
Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya.
Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya.
Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya.
Dalam konteks kesenian, kesusastraan adalah salah satu bentuk atau cabang kesenian yang menggunakan media bahasa sebagai alat pengungkapan gagasan dan perasaan senimannya. Sehingga sastra juga disamakan dengan cabang seni lain seperti seni tari, seni lukis, seni musik, dan sebagainya.
Pengertian Sastra dari Segi Ilmu Sastra
Ada tiga hal yang berkaitan dengan pengertian sastra, yaitu ilmu sastra, teori sastra, dan karya sastra.
a. Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra.
Ilmu sastra sebagai salah satu aspek kegiatan sastra meliputi hal-hal berikut.
• Teori sastra, yaitu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang asas-asas, hukum-hukum, prinsip dasar sastra, seperti struktur, sifat-sifat, jenis-jenis, serta sistem sastra.
• Sejarah sastra, yaitu ilmu yang mempelajari sastra sejak timbulnya hingga perkembangan yang terbaru.
• Kritik sastra, yaitu ilmu yang mempelajari karya sastra dengan memberikan pertimbangan dan penilaian terhadap karya sastra. Kritik sastra dikenal juga dengan nama telaah sastra.
• Filologi, yaitu cabang ilmu sastra yang meneliti segi kebudayaan untuk mengenal tata nilai, sikap hidup, dan semacamnya dari masyarakat yang memiliki karya sastra.
Keempat cabang ilmu tersebut tentunya mempunyai keterkaitan satu sama lain dalam rangka memahami sastra secara keseluruhan.
b. Teori sastra adalah asas-asas dan prinsip-prinsip dasar mengenai sastra dan kesusastraan.
c. Seni sastra adalah proses kreatif menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik, seperti puisi, cerpen/novel, atau drama.
Manfaat Sastra
Karya sastra pada dasarnya adalah sebagai alat komunikasi antara sastrawan dan masyarakat pembacanya. Karya sastra selalu berisi pemikiran, gagasan, kisahan, dan amanat yang dikomunikasikan kepada pembaca. Untuk menangkap ini, pembaca harus mampu mengapresiasikannya.
Pengetahuan tentang pengertian sastra belum lengkap bila belum tahu manfaatnya. Horatius mengatakan bahwa manfaat sastra itu berguna dan menyenangkan. Secara lebih jelas dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Karya sastra dapat membawa pembaca terhibur melalui berbagai kisahan yang disajikan pengarang mengenai kehidupan yang ditampilkan. Pembaca akan memperoleh pengalaman batin dari berbagai tafsiran terhadap kisah yang disajikan.
2. Karya sastra dapat memperkaya jiwa/emosi pembacanya melalui pengalaman hidup para tokoh dalam karya.
3. Karya sastra dapat memperkaya pengetahuan intelektual pembaca dari gagasan, pemikiran, cita-cita, serta kehidupan masyarakat yang digambarkan dalam karya.
4. Karya sastra mengandung unsur pendidikan. Di dalam karya sastra terdapat nilai-nilai tradisi budaya bangsa dari generasi ke generasi. Karya sastra dapat digunakan untuk menjadi sarana penyampaian ajaran-ajaran yang bermanfaat bagi pembacanya.
5. Karya sastra dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau penelitian tentang keadaan sosial budaya masyarakat yang digambarkan dalam karya sastra tersebut dalam waktu tertentu.
Masih banyak manfaat sastra yang bagi satu pembaca berbeda dengan pembaca lainnya. Sehingga beberapa pembaca yang menikmati buku yang sama bisa jadi memperoleh pengalaman puitik yang berbeda.
Begitulah di antaranya dasar-dasar pengertian sastra yang bisa dipelajari. Semoga pengetahuan ini bisa membantu Anda dalam pemahaman dan pengapresiasian sastra secara lebih menyeluruh.
Macam-macam sastra...
Dilihat dari bentuknya, sastra terdiri atas 4 bentuk, yaitu :
• Prosa, bentuk sastra yang diuraikan menggunakan bahasa bebas dan panjang tidak terikat oleh aturan-aturan seperti dalam puisi.
• Puisi, bentuk sastra yang diuraikan dengan menggunakan bahasa yang singkat dan padat serta indah.
• Prosa liris, bentuk sastra yang disajikan seperti bentuk puisi namun menggunakan bahasa yang bebas terurai seperti pada prosa.
• Drama, yaitu bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang bebas dan panjang, serta disajikan menggunakan dialog atau monolog. Drama ada dua pengertian, yaitu drama dalam bentuk naskah dan drama yang dipentaskan.
Dilihat dari isinya, sastra terdiri atas 4 macam, yaitu :
• Epik, karangan yang melukiskan sesuatu secara obyektif tanpa mengikutkan pikiran dan perasaan pribadi pengarang.
• Lirik, karangan yang berisi curahan perasaan pengarang secara subyektif.
• Didaktif, karya sastra yang isinya mendidik penikmat/pembaca tentang masalah moral, tatakrama, masalah agama, dll.
• Dramatik, karya sastra yang isinya melukiskan sesuatu kejadian(baik atau buruk) denan pelukisan yang berlebih-lebihan.
Dilihat dari sejarahnya, sastra terdiri dari 3 bagian, yaitu :
a) Kesusastraan Lama, kesusastraan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat lama dalam sejarah bangsa Indonesia. Kesusastraan Lama Indonesia dibagi menjadi :
• Kesusastraan zaman purba,
• Kesusastraan zaman Hindu Budha,
• Kesusastraan zaman Islam, dan
• Kesusastraan zaman Arab – Melayu.
b) Kesusastraan Peralihan, kesusastraan yang hidup di zaman Abdullah bin Abdulkadir Munsyi. Karya-karya Abdullah bin Abdulkadir Munsyi ialah :
• Hikayat Abdullah
• Syair Singapura Dimakan Api
• Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Jeddah
• Syair Abdul Muluk, dll.
c) Kesusastraan Baru, kesusastraan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat baru Indonesia. Kesusastraan Baru mencangkup kesusastraan pada Zaman :
• Balai Pustaka / Angkatan 20
• Pujangga Baru / Angkatan 30
• Jepang
• Angkatan 45
• Angkatan 66
• Mutakhir / Kesusastraan setelah tahun 1966 sampai sekarang
sumber
http://sastrasastra.wordpress.com/2009/06/25/macam-macam-sastra/
http://www.anneahira.com/pengertian-sastra.htm